Posts

COVID-19, Apakah Industri Sepakbola Menjadi Merakyat?

Image
Di masa pandemi COVID-19 yang hingga saat ini belum ditemukan anti-virusnya, sektor ekonomi mulai anjlok. Semua negara mengalihkan pendanaannya untuk memberi stimulan ekonomi untuk darurat COVID-19, khususnya memberikan bantuan berupa paket sembako dan uang tunai untuk rakyat miskin di negara tersebut. Juga pelonggaran bayar cicilan kredit, pemberian kuota internet gratis guna mendukung program #stayathome juga #workfromhome akibat wabah COVID-19 ini diharapkan mendukung physical distancing  agar COVID-19 tidak meluas di negaranya. Kebijakan tersebut membuat sektor industri entah pariwisata, telekomunikasi, transportasi dll harus merugi besar. Ini juga membuat klub sepakbola yang memiliki sponsor di sektor tersebut juga kena dampak krisis ekonomi klub. Kini klub sepakbola tidak ada penghasilan seperti biasa dari penjualan tiket. Omzet dari merchandise  klub juga turun akibat penundaan pertandingan liga sepakbola. Akibatnya industri sepakbola kini mati suri kondisinya. ...

Football: Love, Money or Politics?

Semenjak wabah Covid-19 semakin menggila maka kejenuhan orang mengenai hilangnya tayangan sepakbola sebagai hiburan rakyat pastilah ada. Tak bisa ditutup-tutupi. Kerinduan akan aksi lapangan hijau pasti ada. Suporternya, kapan siaran  live  TV-nya, pasti takkan disia-siakan untuk dilewatkan. Akan lebih afdhol lagi kalau bisa menonton langsung tim kesayangannya bertanding dari tribun stadion. Pasti nikmatnya lebih terasa. Pecinta olahraga nomor satu dunia ini tak mengenal latar belakang suku, agama, negara, gender dan sebagainya. Penasaran apa motif kita atau mereka untuk mencintai sepakbola. Apakah karena nama besar pemain, pelatih, klub, prestasi, profesionalisme klub atau cuma sekedar terbawa arus teman yang suka klub itu. Pastilah bermacam-macam. Yang pasti, cinta adalah hal utama. Di era industri saat ini banyak orang yang menjadikan sepakbola sebagai lini bisnis mereka. Memanfaatkan dukungan suporter klub, mereka menjadikan sepakbola sebagai bisnis yang profitabl...

Dilema Klub Sepakbola Saat Pandemi Corona

Image
Virus Corona atau COVID-19 benar-benar membuat seluruh dunia kelimpungan. Beberapa negara sudah melakukan lockdown  dimana kondisi tersebut membuat seluruh kegiatan negara terhenti termasuk liga sepakbola. Ketidakpastian kapan pandemi COVID-19 akan berakhir dan belum ditemukannya vaksin penangkal virus dari Wuhan, China ini memaksa pemerintah dari berbagai negara melakukan perubahan kebijakan anggaran negara untuk tanggap darurat bencana non-alam. Di sepakbola sendiri, klub dunia pun terancam krisis, baik finansial maupun non-finansial dari segi kebutuhan pemain. Banyak pemain bola dunia terinfeksi virus dari China itu (disebut Virus China oleh Donald Trump, presiden Amerika Serikat). Otomatis, ketika liga terhenti, pemasukan klub dari merchandise  dan penjualan tiket + hak siar juga nol. Sponsor klub juga mengalami kerugian. Karena sponsor bukan cuma mendanai klub sepakbola, tapi juga karyawan perusahaan sponsornya yang terancam terinfeksi virus COVID-19. Penonton se...

Virus Corona, Ujian Sepakbola Dunia

Image
Wuhan, China. Disinilah tempat asal virus yang menghebohkan dunia saat ini. Ya, virus corona (COVID-19). Setelah sebulan lebih kira-kira, 4000 orang lebih di seluruh dunia meregang nyawa akibat virus itu. Dan hampir 1 juta orang terinfeksi. Meskipun angka kematian akibat COVID-19 ini kecil prosentasenya, namun efeknya "sukses" membuat dunia AMBYAR baik dari segi dunia politik, ekonomi, sosial dan lain-lain. Termasuk SEPAKBOLA. Olahraga permainan favorit nomor satu dunia. Terakhir, top skor Sampdoria Manolo Gabbiadini dan bek Juventus Daniele Rugani dinyatakan POSITIF terinfeksi virus corona. Hal ini bisa membantah hasil riset dan statistik bahwa usia lansia (lebih dari 50 tahun) rentan terkena virus corona. Sebelumnya Kylian Mbappe (striker Paris SG) sempat diduga suspect  corona karena bermasalah di tenggorokan, ciri khas terkena coronavirus. Tapi hasilnya negatif. Meskipun demikian, dia tidak main pada leg 2 Liga Champions kontra Borussia Dortmund di babak 16 besar. ...

Retail Business, Pertimbangan Sponsor Untuk Klub Sepakbola Indonesia

Image
Belakangan ini saya membaca di website dan jurnal mengenai bisnis retail di Indonesia. Prospek di tahun 2020 ini sepertinya untuk divisi makanan minuman cenderung stagnan. Dan dilansir dari  s itus Majalah Franchise.com, divisi perlengkapan rumah tangga dan aksesoris justru lagi "menang banyak". Alasannya mereka menggunakan strategi menumbuhkan  niche segmen pasar dengan bungkusan trend zaman kekinian. Memanfaatkan sifat impulsive buying  (barang yang dibeli dengan tiba-tiba) dan social media  yang gencar saat ini membuat barang dari bisnis sektor retail perelengkapan rumah tangga semakin diminati orang. Sebut saja hadirnya Miniso (Jepang), Mr. DIY (Malaysia) dan juga IKEA (Swedia). Miniso incar semua kalangan dan khususnya anak muda. Mr. DIY incar semua kalangan untuk perlengkapan pendukung rumah tangga. IKEA juga memasukkan furnitur, aksesoris dan kuliner Swedia untuk memperkokoh bisnisnya (cenderung mengincar kaum urban ibukota dan artis). Dari penjelasan...

Salah Kaprah Laga Pramusim di Indonesia

Pramusim di Indonesia benar-benar unik. Ujicobanya diimingi hadiah besar. Bahkan pejabat publik layaknya gubernur siap mendanai kompetisi pramusim agar menarik daerahnya. Formatnya pun hampir mirip kompetisi sesungguhnya layaknya Liga Champions. Dipikirnya ini adalah simulasi menjelang liga agar pemain "tidak kaget" dengan kompetisi liga. Singkat saja, lazimnya pramusim adalah laga pemanasan untuk mematangkan kekompakan pemain, mobilisasi tim dan pematangan strategi dengan skuad yang ada. Jadi orientasi melakukan pramusim hanya evaluasi apakah skuad sudah ideal atau belum. Kalau belum bisa saja melakukan perombakan baik mencoret pemain maupun menambah pemain. Tentu juga dipikirkan kas keuangan klub. Dan pramusim biasanya lakukan uji tanding dengan klub yang berbeda karakter permainan sepakbolanya bukan dengan sesama kontestan liga di kasta divisi yang sama. Dan yang dilihat bukan masalah skor kalah menang seri. Walaupun kalau kalah terus, ada kekhawatiran dari suporter b...

Problem Football Sport Science di Indonesia - NUTRISI

Image
Perkembangan zaman di era globalisasi membuat ilmu pengetahuan yang sekarang menjadi tak terbatas. Zaman dimana era disruptive memungkinkan kemudahan teknologi untuk mengakses hal yang baru. Tak terkecuali di dunia sepakbola. Dimana pendekatan dalam pembangunan tim, manajemen klub serta strategi bisnis harus cermat agar klub sepakbola bisa berkembang.  Hal pertama yang diperhatikan klub sepakbola adalah pemain. Pemain bukan sekedar buruh / pekerja, tetapi mereka adalah aset. Tanpa pemain, tidak ada klub sepakbola. Klub harus memanusiakan pemain dari segi penggajian, injury treatment,  pendidikan sportivitas dan asupan gizi. Kemudian pelatih juga berperan penting dalam melakukan "pendidikan" ke pemain. Dulu sepakbola hanya perlu fisik yang kuat. Sekarang di era modern, sepakbola perlu kecerdasan yang tinggi. Pengambilan keputusan yang tepat menghasilkan kemenangan dan prestasi. Bukan saja ke pemain, tetapi juga ke klub. Sehingga bisa menghasilkan nilai jual yang tinggi. ...