Posts

Pengaturan Skor (2): Supremasi Hukum dan Peran Media

Image
Sejatinya, kasus pengaturan skor di persepakbolaan dunia pasti melibatkan penegak hukum dalam membongkar praktik kotor itu. Peran media dalam pengungkapan kasus juga tak bisa diremehkan. Media melalui tulisan dengan berbagai pemberitaan berguna untuk memberikan informasi se-akurat mungkin dan juga menggiring opini publik. Eksposur media bisa membuat pelaku pengaturan skor bisa tersudut sehingga mereka harus menggunakan segala cara untuk menghilangkan bukti, termasuk melakukan praktik "pembersihan" orang-orang sekitar dan jurnalis. Pengaturan skor sendiri tumbuh subur karena ketidakprofesionalan klub dan lemahnya supremasi hukum dalam memberantas praktek perjudian. Ingat statement ini "hanya" berlaku di Indonesia mengingat praktek judi dilarang di masyarakat karena mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam. Sedangkan di Eropa, praktek perjudian masih diperbolehkan dengan catatan pemain dilarang "pasang" taruhan di liga negaranya. Di Rusia, perjudian bo...

Pengaturan Skor (1): Klub dan Federasi

Di Indonesia dahulu ada kasus "sepakbola gajah" antara PSS Sleman dan PSIS Semarang. Pada pertandingan yang digelar di Lapangan Sasana Krida AAU dekat Bandara Adisucipto itu, tepatnya 26 Oktober 2014. Hasil pertandingan yang dimenangkan PSS atas PSIS dengan skor 3-2 itu, semuanya lewat gol bunuh diri. Belakangan terungkap, kedua tim tidak mau menang agar terhindar dari Borneo FC di semifinal Divisi Utama Liga Indonesia. Dan menariknya, setiap lawan Borneo selalu kena hukuman penalti dan Borneo "dijamin" lolos ke fase berikutnya (Liga Super). Juga masih terngiang skandal final AFF 2010 antara timnas Indonesia vs Malaysia.  Masalah pengaturan skor di Indonesia juga belum berakhir, kala acara Mata Najwa di tahun 2018 lalu mengungkap praktik pengaturan skor di berbagai klub. Belum tuduhan Rochy Putiray bahwa Liga 1 Indonesia sudah diatur. Dimana tahun 2018, Rochy bertaruh Persija Jakarta "diatur" juara Liga 1 2018. Imbasnya, Joko Driyono, Waketum PSSI dan...

Menakar Untung Rugi IPO Klub Sepakbola

Mendengar bahwa Bali United melakukan IPO, beberapa klub Indonesia mulai melihat peluang itu. Tapi apakah semudah itu dilakukan? Sudahkah dipertimbangkan dampaknya? Akan saya jelaskan mengenai dampak IPO untuk dijadikan pertimbangan analisis klub untuk pengambilan keputusan baik aspek bisnis, manajerial, dan sosial aware dalam suatu klub sepakbola. 1. Dampak Bisnis: Secara keuangan, klub sepakbola akan mendapat pendanaan yang tidak terbatas jumlahnya. Selain itu klub bisa mudah memperoleh sponsor dan investor (dengan catatan klub lancar menggaji pemain dan ofisial tim sebagai salah satu indikator klub punya kinerja keuangan bagus). Klub juga memiliki nilai kapitalisasi pasar yang besar sehingga nilai klub sepakbola tersebut meningkat. Namun konsekuensinya adalah setiap RUPS klub wajib memberi deviden kepada pemegang saham klub. Kalau ingin pemegang saham dapat deviden besar, laba klub sepakbola harus besar. 2. Manajerial: Klub akan mudah mengontrol tata kelola perusahaan de...

Drama Timnas (2) : Kepentingan Bisnis Politis atau Prestasi Timnas?

Penyelenggaran Piala Dunia U-20 membuat Shin Tae-Young (STY) harus berpikir keras. Dalam komunikasi terakhir dengan M.Iriawan selaku Ketum PSSI, STY bersedia kembali ke Indonesia dan melakukan TC. Namun kendalanya adalah Kemenkumham masih berlakukan larangan orang asing ke Indonesia mengingat angka COVID-19 yang makin menggila (mencapai 65.000 orang lebih positif dengan 3300 kematian). Meski demikian karena STY memiliki KITAS, maka ada peluang ia kembali ke Indonesia. Sejatinya, kondisi "new normal" ini membuat aktivitas warga mulai kondusif pelan-pelan. Sekarang, kalau seandainya STY tetap ingin TC Timnas di negaranya, apa kendalanya? Apakah Korea masih berhati-hati mengingat disana sudah gelombang kedua COVID-19? Pastinya. Di sisi lain, Piala Dunia sudah dekat, Liga 1 dan Liga 2 sudah "lampu hijau" untuk diputar. Dengan COVID-19 yang masih menggila, rasanya mustahil penonton bisa tonton langsung ke stadion meskipun cuma sekelas pertandingan tarkam. Kalau ...

Drama Timnas (1) : Kepentingan Bisnis Politis atau Prestasi Timnas?

Image
Ok, saya akan tambahkan sedikit analisis yang bersumber dari ulasan berbagai media, baik dari sosmed, berita TV, dan para analis serta pandit mengenai drama Shin Tae-Yong dan PSSI. Serta isu yang beredar sekarang. Sebenarnya, ulasan ini justru berawal dari malasnya saya (mungkin juga pecinta timnas Indonesia) melihat "sirkus" antara PSSI dan pelatih timnas. Juga para suporter timnas yang masih banyak "fanatisme buta ke klub berdasar asas kedaerahan" dan "berpikir ala mie instan". Jengah melihat fakta, era Jokowi, timnas makin gak jelas arahnya. Padahal Taufik Hidayat (mantan atlet badminton) dalam podcast  dengan Deddy Corbuzier mengatakan bahwa olahraga itu harga diri bangsa. Bahkan China yang "menciptakan" virus corona (COVID-19) ini sampai punya program khusus untuk prestasi olahraga, hingga programnya menjadi rahasia negara. Dimulai dari mundurnya Ratu Tisha, kisruh mundurnya Cucu Somantri dari PT. Liga Indonesia Baru, ternyata baru ...

Liga 1 Bergulir Lagi, Sebaiknya Bagaimana? (2)

Image
Ditanya Liga 1 baiknya gimana? Jawabannya ikuti protokol kesehatan. Terus pelaksanaannya bagaimana? Apakah semua stakeholder  sepakbola Indonesia mau ikuti aturan kesehatan terkait COVID-19? Mengingat kebijakan pemerintah pusat tidak konsisten dalam penanganan wabah dari China ini. Terus PSSI masih mau hasil instan atau berpikir jangka panjang? Perhatikan kalimat terakhir di atas, tujuan Liga sendiri untuk menghasilkan timnas dengan pemain berkualitas. Masalahnya apakah PSSI berani bertaruh ke masyarakat bahwa tidak ada pengaturan permainan liga atau bebas dari kepentingan politik. Kalau ternyata Liga 1 dan Liga 2 semata-mata digelar untuk memenuhi hiburan masyarakat, ada kepentingan politik tertentu dan juga membangkitkan bisnis pegiat judi bola, lebih baik lockdown  lagi saja. Toh pemerintah pusat juga tidak konsisten. Beberapa daerah yang longgarkan PSBB, ternyata malah AMBYAR. Angka kematian dan positifnya justru meningkat. Malah gradien grafiknya masih tajam jika di ...

Liga 1 Digelar Lagi, Sebaiknya Bagaimana? (1)

Image
Dalam rapat virtual antara klub Liga 1, Liga 2, PSSI, APPI (Asosiasi Pemain Profesional Indonesia) dan APSSI (Asosiasi Pelatih Sepakbola Seluruh Indonesia), pelaksana tugas Sekjen PSSI Yunus Nusi menjelaskan bahwa Liga 1 dan Liga 2 akan tetap melanjutkan kompetisi. Waktunya diperkirakan mulai antara September atau Oktober. Sesuatu yang sangat dirindukan penduduk Indonesia sebagai hiburan setelah vakum 3 bulan akibat COVID-19. Permasalahannya, apakah semudah itu liga berjalan dengan lancar? Sebelum menjawab, kita lihat sekilas mengenai protokol kesehatan ala Bundesliga (Liga Jerman) di video bawah ini: https://www.youtube.com/watch?v=yR0F13tNqPo Jika melihat presentasi videonya, tampak jelas bahwa protokol kesehatan dijalankan ketat. Kanselir Jerman Angela Merkel menekankan pentingnya physical distancing  jika tidak mau kompetisi Bundesliga jadi "klaster baru" COVID-19. Untuk akses masuk stadion, hanya dibatasi 300 orang. Penjelasan detailnya bisa dilihat di lin...